Jumat, 14 Juni 2019

Sarung

Lebaran sebentar lagi. Amir ingin punya sarung baru dari uangnya sendiri. Kebetulan dia dapat thr dari tetangganya yang kebetulan teman dari orang tuanya. Dia ingat ibunya tidak akan membelikan sarung karena masih ada yang warna hitam.

"Mah, Ade pingin beli sarung yang warna coklat tapi dari uang Ade," katanya merajuk pada Ibunya.
"Ya, tapi rada siang waktunya," jawab Ibu yang lagi mencuci baju.
"Mamah tidak usah bawa uang Ade punya uang sendiri," jelas Ade menyakinkan.
"Iya ," jawab ibunya pendek

Mendengar jawaban Ibunya, Amir segera mandi. Usai mandi terlihat dia menggunakan celana coklat muda dan kaos kuning. Tak lupa jaket biru kesayangannya membalut tubuhnya tuk melindungi dari angin. Setelah menjemur cucian ibunya siap-siap membersihkan diri dan ganti baju. Batik warna orange senada dengan celana warna orange pula. Tak ketinggalan jaket, masker dan kaos tangan sebagai pelengkap mengendarai motor.

Jam 10 an mereka dengan motor hitam keluaran lama menyusuri gang dan keluar menembus udara Desa Sukasarana. Jalanan yang sudah tidak bersahabat. Macet tak bisa di kompromi. Mendekati lebaran para pembeli semakin membludak. Ibu dan menembus macet dan menyusuri beberapa untuk sampai toko yang menjual sarung.

Sampai di depan toko yang penuh dengan motor dan mobil menyulitkan untuk parkir. Petugas parkir membantu tuk memarkirkan motor.

"Mah, uang ya tidak ada di saku," sela Amir saat ibunya melepaskan helm.
"Memangnya disimpan dimana?" jawab ibu dengan rasa heran.
"Mamah bawa uang tidak?" ucap Amir menyakinksn ibunya.
"Ayo masuk," ajak ibunya masuk toko.

Amir heran melihat ibunya mengajak masuk. Dia menyuruhnya ibunya tidak usah bawa uang. Sementara uang yang dimiliki tidak ada di dalam saku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

http://www.pramukacianjur.or.id/2020/11/edaran-kursus-keterampilan-berbasis-it.html   Kwarcab Cianjur hari ini Rabu masih berangsung Kursus ...